Mengenal Apa Itu Carbon Dioxide (CO2) Fire Extinguisher

Ada banyak jenis fire extinguisher dengan fungsi dan bahan yang berbeda-beda di dunia, salah satunya adalah CO² fire extinguisher atau Alat Pemadam Api Ringan Karbon Dioksida. Beberapa dari Anda mungkin baru pertama kali mendengar nama APAR yang satu ini.


Kebanyakan APAR atau fire extinguisher yang sering disediakan di pabrik, rumah sakit, kantor, atau untuk rumah pribadi adalah APAR berjenis powder atau dry powder. Jika Anda menyangka isi dari tabung fire extinguisher adalah air, maka persepsi di pikiran Anda selama ini salah.


Dan seperti yang sudah disampaikan tadi, ada dry powder extinguisher bukanlah satu-satunya jenis APAR yang digunakan untuk memadamkan api. Karena ada juga CO² fire extinguisher yang digunakan khusus untuk memadamkan api di tempat-tempat tertentu.



Apa Itu CO² Fire Extinguisher?


Sesuai dengan namanya, CO² fire extinguisher adalah sistem pemadam api yang memanfaatkan karbon dioksida atau CO² untuk mematikan kebakaran. Dikutip dari situs Marsden Fire Safety, alat pemadam kebakaran ini digunakan secara spesifik untuk memadamkan api yang berhubungan dengan cairan mudah terbakar atau benda yang dialiri listrik.


Jika Anda masih ingat pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP dan SMA, pernah dijelaskan bahwa api hanya bisa terbakar ketika ada oksigen disekitarnya. Sedangkan di ruang tanpa oksigen seperti luar angkasa, api tidak akan bisa menyala. Itulah mengapa astronaut tidak bisa menggunakan senjata api diluar angkasa.


Hukum yang sama juga berlaku di bumi. Selama tidak ada oksigen, maka api tidak akan bisa terbakar dan menjalar ke ruangan atau ke tempat lainnya.


Tetapi bumi adalah planet yang selalu dipenuhi oleh oksigen. Oleh karena itu untuk menghilangkan oksigen dari area disekitar api, Anda membutuhkan APAR berisi karbon dioksida ini. Dengan begitu sebelum api menyebar ke tempat lain, karbon dioksida akan lebih dulu memenuhi ruang di sekitar sumber api. Itulah salah satu fungsi pemadam api karbon dioksida.


Karena ternyata, tidak semua api bisa dipadamkan dengan air secara efektif. Sebab jika kebakaran terjadi di pom bensin atau tempat yang dipenuhi minyak yang mudah terbakar, air tidak akan bisa melarutkan minyak tersebut.


Justru air akan membuat membuat minyak semakin naik ke permukaan dan membuat lautan api yang semakin berbahaya dan mudah menyebar ke ruang lain.


Fungsi CO² Fire Extinguisher


Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kegunaan dari sistem pemadam api CO² adalah untuk memadamkan api kelas B dan D. Atau lebih spesifiknya adalah api yang bersumber dari hasil bakaran cairan kimia, cairan mudah terbakar, barang elektronik, dan karena korsleting pada kabel atau mesin yang masih dialiri listrik.


Oleh karena itu biasanya APAR CO² ditempatkan di sekitar ruang yang sekiranya bisa memicu api kelas B dan D. Misalnya pom bensin, tempat tangki bensin di dalam gedung, ruang server, laboratorium, dapur di restoran, atau gudang tempat menyimpan minyak yang mudah terbakar.


Itulah mengapa Anda jarang melihat CO² fire extinguisher di tempat umum, bahkan di rumah sakit yang notabene-nya memiliki banyak cairan mudah terbakar. Karena memang APAR jenis ini tidak boleh ditempatkan sembarangan.


Berdasarkan aturan yang berlaku, APAR CO² hanya boleh ditempatkan di ruangan dengan isi mesin atau benda-benda yang berhubungan dengan listrik bertegangan tinggi atau ruangan yang dipenuhi cairan mudah terbakar.


Selain itu, CO² fire extinguisher juga selalu diberi tanda khusus. Yaitu label hitam di bagian tabung APAR serta corong yang sedikit berbeda dari fire extinguisher pada umumnya.


Baca juga: 10 komponen dalam APAR dan fungsinya


Cara Kerja Carbon Dioxide Fire Extinguisher


Secara sederhana, carbon dioxide fire extinguisher bekerja dengan cara menghilangkan oksigen yang ada di sekitar api dan menggantinya dengan karbon dioksida. Seperti yang sudah disampaikan tadi, tidak ada api jika tidak ada oksigen di sekitarnya.


Tetapi ada 2 cara kerja sistem pemadam api CO² ini. Yaitu dari sistem pemadam kebakaran automatis dan menggunakan APAR atau manual.



Automatic Carbon Dioxide Fire Extinguisher


Pemadam kebakaran karbon dioksida otomatis umumnya sudah terintegrasi dengan sistem proteksi kebakaran lainnya dalam gedung tersebut. Sehingga ketika terdeteksi api di ruang dengan kategori yang sudah disebutkan di atas, sistem akan langsung mengirimkan sinyal ke fire extinguisher.


Kemudian fire extinguisher akan langsung menyemburkan gas carbon dioxide dengan tekanan tinggi ke ruangan tersebut selama beberapa detik. Tepatnya hingga seluruh gas di dalam tiap tabung habis.


Umumnya sistem pemadam otomatis seperti ini ditempatkan di ruang yang memang jarang atau bahkan tidak boleh dimasuki sembarang orang. Misalnya ruang mesin di dalam pabrik atau ruang dengan banyak elektronik bertegangan tinggi.


Manual CO² Fire Extinguisher


Manual CO² fire extinguisher memiliki cara kerja yang tidak jauh berbeda dengan penggunaan APAR jenis lainnya. Ketika ada api di ruang tertentu, petugas bisa langsung menyemburkan gas karbon dioksida dari tabung APAR ke arah api tersebut.


Berbeda dengan sistem otomatis yang akan langsung menyemburkan gas sampai seluruh isi di tabungnya habis, manual CO² extinguisher ini bisa digunakan sesuai kebutuhan.


Sehingga jika memang alat APAR ini digunakan untuk mencari jalan keluar atau memadamkan api menuju jalur evakuasi, petugas bis menggunakannya dengan cara sedikit demi sedikit atau secukupnya saja.


Cara Menggunakan Alat Pemadam Api CO2


Perlu anda ketahui, alat pemadam api dari karbon dioksida tidak bisa digunakan oleh orang awam. Dikutip dari situs Bafe, orang yang boleh menggunakan alat pemadam api ini adalah orang yang sudah mengikuti latihan atau kursus tertentu.


Umumnya petugas keamanan atau security di pabrik tertentu wajib mengikuti pelatihan untuk menggunakan berbagai macam APAR. Dengan begitu jika terjadi kebakaran di tempat bertugas, mereka bisa mengatasi atau setidaknya menjaga agar api tidak langsung menyebar dan membesar.


Sebab berbeda dengan APAR lainnya, corong di ujung selain alat pemadam api CO² akan menjadi sangat dingin ketika gas sudah dikeluarkan. Karena memang pada dasarnya, karbon dioksida memiliki suhu dingin yang justru bisa melukai jika terkena bagian tubuh langsung.


Selain itu, APAR CO² tidak boleh terhirup oleh penggunanya sedikit pun. Hal ini bisa merusak paru-paru dan membahayakan jika pengguna APAR pingsan di dalam gedung dalam keadaan terbakar.


Pastikan Anda menggunakan CO² fire extinguisher dalam keadaan terjebak dikelilingi api dan tidak bisa menjauh dari sekitar area yang disemprot. Karena setelah kunci APAR dibuka dan gas dikeluarkan, Anda harus langsung menjauh dari area tersebut perlahan untuk menghindari asphyxation atau sesak nafas karena kekurangan oksigen.


Jika api sudah terlihat padam, tutup dulu fire extinguisher dan tunggu hingga Anda bisa melihat dengan jelas. Jangan langsung habiskan APAR karbon dioksida dalam sekali pakai


Itulah dia penjelasan mengenai CO² fire extinguisher beserta fungsi dan cara menggunakannya. Jika memang Anda belum pernah mengikuti pelatihan tentang cara memadamkan api apapun, kami sangat menyarankan untuk langsung mengevakuasi diri dari bangunan secepat mungkin.


Baca juga : Mengenal Apa itu Foam FIre Extinguisher dan Kegunaannya

1 tampilan

PT. Mitra Jaya Sarana

Pusat Bisnis Daan Mogot Baru Blok KJE,

Jalan Tampak Siring No. 12A, Kalideres

Jakarta Barat, DKI Jakarta, 11840

Indonesia

ABOUT

  • YouTube mitra jaya sarana
  • LinkedIn mitra jaya sarana

© 2020 by PT. Mitra Jaya Sarana