Mengenal dan Memilih Fire Alarm System

Diperbarui: 4 hari yang lalu

Fire alarm system atau sering disebut sistem alarm pendeteksi api otomatis yang diukur berdasarkan perbedaan yang terjadi pada lingkungan sekitar yang berkaitan dengan kebakaran.


Sebagian besar masyarakat pasti masih mengira bahwa alarm kebakaran itu harus keras, berisik, dan ada warna merah menyala. Tidak akan ada satu orang pun yang santai ketika berada di tempat fire alarm menyala. Namun berkat adanya alarm tersebut sebagian besar orang menyadari pentingnya untuk melakukan evakuasi dari bangunan tersebut.


Jadi tidak heran bila hampir semua tempat publik memiliki alarm yang dilengkapi dengan sensor yang mampu mendeteksi adanya asap. Ini menjadi kunci penting dalam sistem perlindungan diri terhadap api. Setidaknya ada 3 jenis alarm maupun detektor yang biasa dijual kepada konsumen.



Beberapa Langkah Memilih Sistem Fire Alarm


Ada beberapa langkah ataupun pertimbangan yang perlu dipikirkan secara matang dalam pemilihan alarm. Seluruh langkah tersebut akan dijelaskan berikut.


1. Tingkat Kemudahan Terjadinya Kebakaran


Langkah awal untuk menentukan alarm kebakaran yang akan dipasang pada suatu bangunan dengan mengetahui tingkat kemudahan terjadinya kebakaran suatu bangunan. Berusahalah untuk mengidentifikasi seluruh resiko yang bisa terjadi di dalam suatu bangunan. Kemudian pertimbangkan bagaimana sistem alarm dalam memberikan peringatan terhadap orang yang berada di dalam bangunan.


Ini sangat penting bahwa sistem alarm tidak hanya digunakan untuk mendeteksi adanya api yang menyala untuk memberikan peringatan kepada orang-orang untuk segera keluar dari bangunan. Kemungkinan besar diperlukan berbagai peralatan tambahan, misalkan sprinkles pendeteksi asap, dan sensor panas.


2. Pertimbangkan Ukuran dan Layout dari Bangunan


Langkah kedua yang harus dipertimbangkan adalah berdasarkan pada besarnya dan layout suatu bangunan. Ketika suatu bangunan semakin luas maka sensor yang ada harus bisa membedakan lokasi api berdasarkan zonanya. Itu memerlukan aplikasi dari kawat sensor yang terpisah sehingga sistem mampu mengidentifikasi api berdasarkan zona nyalanya.


Ketika suatu bangunan semakin luas besar kemungkinannya memerlukan alarm kebakaran lebih dari satu, sehingga bisa memberikan peringatan terhadap orang yang berada di dekat rumah nyala api. Hal ini juga berlaku bagi bangunan berupa gedung.

3. Pilih Peralatan yang Tepat


Pada sistem alarm kebakaran, salah satu pertimbangan yang paling tepat adalah memilih alat yang sesuai. Ada banyak skenario yang mungkin terjadi dan itu harus di simulasi bergantung pada kondisi setiap bangunan, sehingga alarm kebakaran harus mempertimbangkan dari segala potensi kebakaran yang mungkin terjadi.


Perlu juga menggunakan detektor alarm kebakaran yang tepat dan paling tidak ada tiga jenis dari data tersebut. Beberapa jenis tersebut smoke detector, fire detector, dan kombinasi antara keduanya. Apabila bangunan berisi bahan-bahan yang mudah terbakar, direkomendasikan untuk menggunakan detektor berupa kombinasi.


Hal-hal yang perlu diketahui juga adalah memahami jenis dari alarm kebakaran yang akan dipasang pada suatu bangunan. Setidaknya ada dua jenis alarm asap yakni ionisasi dan fotoelektrik. Sedangkan alarm dengan detektor ionisasi memungkinkan untuk mendeteksi adanya partikel api yang tidak terlihat. Alarm jam sore fotoelektrik berguna untuk deteksi pada partikel api yang terlihat dan ini bisa bekerja lebih cepat daripada alarm ionisasi.



Tipe dari Fire Alarm System


Fire alarm system juga memiliki 2 macam tipe yaitu alarm system konvensional dan fire alarm system addressable.


Fire alarm konvensional ini biasanya dipakai di gedung yang tidak terlalu besar sedangkan fire alarm system addressable ini dipakai di gedung-gedung yang cukup besar karena sistemnya yang sudah menggunakan kode digital yang gunanya dimana dapat mendeteksi jika terjadi di suatau bagian dalam gedung yang besar tersebut.


Nah biasanya fire alarm system addressable ini hanya terhubung pada satu panel alarm saja yang dimana bisa kita temukan panel alarm tersebut di ruang control. Sebaliknya pada pada fire alarm system konvensional ini membutuhkan panel alarm yang tersendiri ini dikarenakan penggunaannya yang sangat terbatas apabila di pakai di gedung-gedung yang cukup besar.


Pada bangunan yang cukup besar biasanya detektor api, suhu dan asap ini hanya terhubung ke satu panel saja atau panel alarm utama nya.


baca juga: perbedaan fire alarm konvesional dan adressable


Smoke Alarm, Heat alarm, Rise of Heat Detector


Penggunaan detector atau sensor ini juga sangat bermanfaat , tetapi tidak semua bisa detector atau sensor bisa dipakai di semua ruangan karena harus di perhatikan karakter dari ruangan tersebut.


Jadi memasang detector atau sensor harus dipasang dan di rencanakan oleh ahlinya. Contoh nya adalah sensor atau detector asap tidak bisa dipakai pada ruangan dapur.


Sensor asap tidak bisa dipakai di ruangan dapur karena dapur itu akan menghasilkan asap yang sangat banyak dan itu akan mengaktifkan fire alarm system tersebut. Demikian juga Ruangan yang berhawa panas tidak dapat menggunakan Heat Alarm.


Komponen Fire Alarm System


Tentu saja bisa,salah satu komponen dari fire alarm system ini ada yang bernama manual call point yang dimana komponen ini terdapat sebuah kaca yang jika dipecahkan bagian tengahnya itu bisa mengaktifkan sirine atau alarm kebakaran sebagai tanda terjadinya kebakaran dan biasanya memiliki ketentuan untuk tingginya sekitar 1.4 meter dari tiap lantai.

Ini dibuat untuk memudahan kita dapat meraihnya dalam keadaan apapun. Biasanya terletak berkdekatan dengan pintu keluar darurat atau emergency exit.


Komponen selanjutnya yang cukup penting adalah fire bell. Fire bell ini berfungsi sebagai pengingat yang berdering seperti jam beker dan sangat dering sekali sehingga bisa di dengar oleh banyak orang, bahkan yang jauh sekalipun pada saat kebakaran terjadi.


Komponen terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah lampu indicator atau indicator lamp yang memiliki 2 fungsi sekaligus.


Fungsi pada indicator lamp ini adalah sebagai penanda telah terjadinya kebakaran dann fungsi yang kedua adalah sebagai penanda untuk fire alarm system yang menandakan fire alarm system tersebut sudah aktif.

Kesimpulan


Fire alarm system dibuat untuk berdiri secara mandiri, dan digunakan saat terjadinya kebakaran dan bukan merupakan alat pemadam kebakaran dikarenakan fire alarm system ini tugasnya hanya untuk menginformasikan kepada semua orang yang disekitar atau yang berada pada gedung tersebut untuk segera mengevakuasi diri dan mengosongkan bangunan tersebut.


Fire alarm system ini wajib dimiliki di tempat-tempat umum seperti mall, rumah sakit, bank, dan lain sebagainya. Dengan adanya pengertian tersebut kami berharap masyarakat luas lebih mengetahui mengenai arti dari fire alarm system tersebut.


Kami di PT Mitra Jaya Sarana sudah berkecimpung di dalam Fire Safety Equipments selama lebih dari 14 tahun, kami menyediakan aneka produk yang dapat membantu anda memastikan keamanan aset anda.


Silahkan langsung hubungi kami atau dapat langsung datang ke kantor kami apabila anda memerlukan bantuan. Apabila anda terkendala dalam pemasangan Fire Alarm System ini. SIlahkan dapat menghubungi kami untuk melakukan pengerjaan Fire Alarm System anda.

4 tampilan

PT. Mitra Jaya Sarana

Pusat Bisnis Daan Mogot Baru Blok KJE,

Jalan Tampak Siring No. 12A, Kalideres

Jakarta Barat, DKI Jakarta, 11840

Indonesia

ABOUT

  • whatsapp mitra jaya sarana
  • YouTube mitra jaya sarana
  • LinkedIn mitra jaya sarana

© 2020 by PT. Mitra Jaya Sarana