Jenis dan Cara Kerja Sistem Pemadam Kebakaran Gedung: perlindungan Maksimal untuk Aset Berharga

Diperbarui: 4 hari yang lalu

Memiliki sistem pemadam kebakaran gedung merupakan sebuah standar penting dalam meningkatkan keamanan sebuah bangunan. Kebakaran memang tidak pernah diharapkan, namun menyiapkan payung sebelum hujan jauh lebih baik daripada kehilangan aset berharga yang mungkin tidak akan pernah bisa tergantikan.


Sistem pemadam kebakaran gedung sendiri memiliki cara kerja yang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan alat pemadam kebakaran. Mempelajari jenis dan cara kerjanya akan memudahkan Anda membuat keputusan sistem mana yang paling sesuai untuk gedung Anda.



Jenis-Jenis Sistem Pemadam Kebakaran untuk Bangunan


1. Fire Sprinkler System


Salah satu sistem pemadam kebakaran gedung yang sering digunakan adalah fire sprinkler. Alat ini bekerja mendeteksi adanya kebakaran sejak dini karena fire sprinkler bisa langsung bekerja secara otomatis begitu suhu di dalam ruangan berubah. Salah satu komponennya, yaitu kepala sprinkler secara otomatis bisa mengeluarkan air jika suhu ruangan terdeteksi mengalami kenaikan mencapai 68 derajat.


Fire Alarm System akan terbuka secara otomatis jika terdapat api pada ruangan tersebut dan sprinkler pun akan mengeluarkan air untuk memadamkannya. Jumlah air yang keluar tergantung dari besar kecilnya api yang ada di ruangan tersebut.


Dengan kemampuannya mendeteksi perubahan suhu di dalam ruangan secara otomatis, alat ini sangat bisa diandalkan untuk mencegah kebakaran besar. Api yang kecil akan langsung terdeteksi keberadaannya sehingga bisa segera ditangani.


Baca Juga : 5 Jenis Fire Sprinkler System dan Prinsip Kerjanya


2. Fire Hydrants System


Fire hydrants System bisa dibilang sebagai peralatan pemadam kebakaran yang paling standar dipakai di dalam gedung. Anda tentu sudah tidak asing dengan peralatan pemadam api yang disimpan di dalam sebuah kotak. Itulah yang disebut dengan fire hydrant. Kotak fire hydrant menyimpan beberapa peralatan seperti pipa, katup, tempat penyimpanan air dan tentunya hydrant.


Cara kerja fire hydrant hampir mirip dengan alat pemadam kebakaran biasa yaitu dengan mengeluarkan air dari Fire Hose atau Selang Pemadam Kebakaran untuk memadamkan api secara langsung. Hanya saja ada dua cara berbeda untuk mengisi selang dengan air. Itulah kenapa fire hydrant system juga terbagi menjadi dua macam yaitu wet riser dan dry riser.


Wet riser merupakan sistem hydrant yang cara pengisian airnya dilakukan dengan mengisi pipa dengan air bertekanan tetap sedangkan dry riser merupakan system hydrant dimana air yang dikeluarkan berasal dari peralatan di gedung yang berisi air. Dengan kata lain dalam dry riser tidak ada aktivitas pengisian air ke dalam pipa, namun secara otomats peralatan yang berisi air di gedung akan terbuka saat selang hydrant terbuka.


Meskipun cara pengisian airnya berbeda, pada dasarnya keduanya memberikan dampak dan cara kerja yang hampir sama. Alat ini bisa dijadikan alternative ketika fire sprinkler di gedung tidak berfungsi.



3. Fire Extinguisher


Berbeda dengan dua jenis alat pemadam sebelumnya yang bersifat otomatis, alat pemadam yang satu ini harus dilakukan secara manual. Meskipun demikian bukan berarti fire extinguisher kurang efektif dan efisien dalam menjalankan fungsinya.


Fire extinguisher sangat dapat diandalkan jika dalam satu situasi beberapa alat pemadam otomatis tidak bisa memadamkan seluruh api di gedung karena api berada diluar jangkauan. Bentuk fire extinguisher yang mudah dibawa membuat Anda bisa langsung memusatkannya pada titik api untuk melakukan pemadaman secara cepat.


Disebut juga dengan alat pemadam api ringan, fire extinguisher terdiri dari tabung yang dilengkapi dengan selang. Tabung tersebut berisi bahan kimia yang berguna untuk memadamkan api. Akan lebih baik jika sebuah gedung memiliki fire extinguisher meskipun sudah diinstalasi alat pemadam untuk berjaga-jaga.


Baca Juga : 4 Jenis Alat Pemadam Api Ringan atau Fire Extinguisher


Meningkatkan Keamanan Gedung dengan Langkah yang Tepat


Selain melengkapi beberapa area gedung dengan alat pemadam kebakaran otomatis serta manual, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan keamanan gedung diantaranya adalah membuat area tahan api.


Ada beberapa titik dalam sebuah gedung, terutama gedung bertingkat, dimana titik tersebut tidak bisa diberikan alat pemadam kebakaran karena beberapa kondisi, contohnya adalah lift dan tangga. Titik tersebut harus tahan api agar orang-orang di dalam gedung bisa menyelamatkan diri dan keluar dari sana.


Sumber air yang mumpuni juga sangat penting untuk menunjang kinerja peralatan pemadam yang ada di sana. Sumber air tersebut bisa berupa tanki air yang diletakkan di bawah tanah agar mampu menyediakan air secara cepat dan efektif kapanpun dibutuhkan oleh alat pemadam api.


Jika Anda tidak bisa menentukan jenis sistem pemadam kebakaran gedung terbaik yang sesuai dengan kebutuhan, Anda bisa mengkonsultasikannya dengan kami.


Sebagai penyedia Sistem Pemadam Kebakaran yang sudah dipercaya lebih dari 14 tahun dalam menyediakan peralatan pemadam api berkualitas, PT. Mitra Jaya Sarana memahami setiap kebutuhan gedung berbeda sehingga kami akan berusaha memberikan solusi yang selama ini Anda cari.


Anda dapat berkonsultasi dengan Tim Kontraktor ME kami untuk mendapatkan kebutuhan yang anda perlukan.


Anda juga bisa memesan custom hydrant box serta berbagai akesoris yang diperlukan untuk meningkatkan keamanan aset berharga milik Anda.



7 tampilan

PT. Mitra Jaya Sarana

Pusat Bisnis Daan Mogot Baru Blok KJE,

Jalan Tampak Siring No. 12A, Kalideres

Jakarta Barat, DKI Jakarta, 11840

Indonesia

ABOUT

  • whatsapp mitra jaya sarana
  • YouTube mitra jaya sarana
  • LinkedIn mitra jaya sarana

© 2020 by PT. Mitra Jaya Sarana